― Advertisement ―

spot_img

SMPN 12 Tanjungbalai Gelar Karya dan Market Day

Tanjungbalai (Klik Cerah) - SMP Negeri 12 Tanjungbalai melaksanakan Gelar Karya P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan Market Day di halaman sekolah, Selasa 4 Juni 2024.
BerandaHukum3 Terdakwa Kasus RPS SMAN 4 Tanjungbalai Divonis Beragam

3 Terdakwa Kasus RPS SMAN 4 Tanjungbalai Divonis Beragam

Medan (Koran Cerah) – Tiga terdakwa korupsi pembangunan ruang praktik siswa (RPS) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Tanjungbalai, Tahun Anggaran (TA) 2021, divonis bervariasi.

Putusan itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Mohammad Yusafrihardi Girsang, di Ruang Cakra VIII, Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Pengadilan Tipikor Medan, Selasa 30 Januari 2024.

Dalam keterangan tertulis Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai, Rufina Br Ginting SH MH, melalui Kasi Intel, Andi Sahputra Sitepu SH, ketiga terdakwa masing-masing Hasudungan Limbong, Ade Farnan Saragih dan Juni Benny Restua Nadapdap. Dari ketiga terdakwa, Ade Farnan Saragih dan Juni Benny Restua Nadapdap, menghadiri langsung persidangan.

Dijelaskan, terdakwa Hasudungan Limbong selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), divonis 2 tahun penjara. Sementara dua rekanan, Juni Benny Testu Nadapdap selaku konsultan pengawas dan Ade Farnan Saragih selaku Komisaris CV PB, divonis masing-masing 1 tahun 10 bulan penjara.

Pada sidang yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungbalai, Mhd Subhi Solih Hasibuan SH MH dan Agung Nugraha SH, ketiga terdakwa masing-masing didenda Rp50 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

“Perbuatan ketiga terdakwa diyakini melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” tegas hakim.

Menurut hakim, hal memberatkan ketiga terdakwa yakni, tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Sementara hal meringankan, para terdakwa bersikap sopan dan tulang punggung keluarga,” kata hakim.

Atas putusan itu, hakim memberikan waktu 7 hari pikir-pikir kepada penasehat hukum terdakwa, maupun penuntut umum untuk menyatakan menerima atau mengajukan banding.

Sebelumnya, JPU Mhd Subhi Solih Hasibuan SH MH dan Agung Nugraha SH menuntut terdakwa Hasudungan Limbong dan Ade Farnan Saragih masing-masing 2 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider kurungan 2 bulan. Sementara terdakwa Juni Benny Testu Nadapdap, dituntut 1,5 tahun penjara denda Rp50 juta, subsider 2 bulan kurungan.
Diketahui, pada 28 April 2021 terdakwa Ade Farnan Saragih selaku Komisaris CV Putri Berkarya (PB), memasukkan salah seorang karyawannya CV Bintang Raya (BR), Defi Andayani yang pada waktu itu merupakan karyawannya.

Setelah dimasukkan sebagai Direktur CV PB sebagaimana Akta Notaris Nomor 66 tanggal 28 April 2021, Defi Andayani seolah telah melakukan penambahan modal ke perusahaan sebesar Rp50 juta, padahal tidak memiliki uang sebanyak itu.

Masuknya Defi Andayani sebagai Direktur di CV PB hanya untuk mengikuti proses lelang kegiatan Pembangunan RPS Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 4 Tanjungbalai.

Tanggal 28 Juni 2021, Disdik Provinsi Sumut melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa, mengumumkan pelaksanaan Lelang Pembangunan (RPS) melalui Website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Sumut dengan pagu sebesar Rp1.290.423.000. Sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 1.216.795.344,48.
Terdakwa Ade Farnan Saragih selaku Komisaris CV PB, memberitahukan saksi selaku Direktur untuk mengikuti proses lelang melalui Website LPSE Provinsi Sumut dengan harga penawaran sebesar Rp 973.436.299.

Setelah dinyatakan lulus evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, Defi Andayani selaku Direktur CV Putri Berkarya bersama-sama dengan terdakwa Ade Farnan Saragih datang ke ruangan Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja 063-PK) di Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sumut. Pada tanggal 15 Juli 2021 CV PB dinyatakan sebagai pemenang lelang.

Bahwa semua item pekerjaan Pembangunan RPS SMKN 4 Tanjungbalai dilaksanakan, namun terdapat kekurangan yakni ketidaksesuaian volume yang terpasang dengan volume terdapat di dalam kontrak.

Bahwa ada beberapa volume pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa yang tidak sesuai dengan kontrak. Dokumen As Built Drawing ada perbedaan dengan kenyataan di lapangan dan terkait dengan spesifikasi teknis bahwa ada beberapa item pekerjaan yang terpasang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Kemudian, dilakukan pembayaran 100% yaitu sebesar Rp 884.942.090,00 (tanpa PPN). Namun dari hasil pemeriksaan fisik oleh ahli dari Politeknik Negeri Medan, nilai pekerjaan terpasang senilai Rp 789.556.934,25. Terjadi kelebihan bayar Rp 95.385.155, sekaligus sebagai kerugian keuangan negara. (rel/dra)