― Advertisement ―

spot_img

SMPN 12 Tanjungbalai Gelar Karya dan Market Day

Tanjungbalai (Klik Cerah) - SMP Negeri 12 Tanjungbalai melaksanakan Gelar Karya P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan Market Day di halaman sekolah, Selasa 4 Juni 2024.
BerandaAsahanPatuhi Jadwal Tanam dari Pemerintah

Patuhi Jadwal Tanam dari Pemerintah

Sei Balai (Klik Cerah) – Pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyusun jadwal Musim Tanam (MT) II Tahun 2024. Karenanya para petani diminta mematuhi jadwal tersebut. “Kami sebagai PPL bertugas ‘mengayo-ayokan’ para petani, agar mematuhi jadwal MT agar bisa tanam serentak, kalau tanam serentak dipatuhi maka hasilnya akan meningkat,” kata PPL Desa Kwala Sikasim, Kecamatan Sei Balai, Batu Bara, Rabu 22 Mei 2024.

Kalau turun tanam tidak serentak, lanjutnya, makan tanaman rentan diserang hama dan penyakit. “Bahayanya kalau tanam tak serentak, musuh alami akan menyerang, dan biasanya yang akan menjadi korban adalah padi yang ditanam duluan. Meski demikian ada juga petani yang tak mematuhi jadwal tanam serentak ini. Karenanya kami tak bosan-bosan mengajak petani, ayok patuhi jadwal yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Terkait MT II Tahun 2024 ini, pengolahan lahan masih belum dilakukan, karena masih menunggu petani lainnya selesai panen palawija. “Sebagian petani ada yang mencari penghasilan tambahan dengan tanaman palawija seperti timun, kacang panjang, dan lainnya. Saat ini mereka belum selesai panen, sehingga agar turun tanam padi serentak, para petani lainnya masih menunggu mereka,” terangnya.

Saringan kemudian mengimbau para petani untuk menanam varietas padi yang terbukti tahan hama dan penyakit serta tinggi produktivitasnya. “Kalau saat ini yang tahan penyakit dan produksinya baik adalah varietas Inpari 32, Mekongga, dan Ciherang. Namun masih ada juga petani yang mencoba menanam varietas padi jenis lainnya. Karenanya kami mengimbau tanamlah varietas yang sudah terbukti seperti tiga varietas ini,” tambahnya.

Bagaimana dengan ketersediaan pupuk subsidi? Saringan mengatakan, ketersediaan pupuk subsidi cukup dan tak ada persoalan. “Sesuai RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok), semua petani mendapatkan jatah pupuk subsidi, 2 zak Urea dan 2 zak Phonska. Jadi ketersediaan cukup, karena didistribusikan berdasarkan data dari kelompok tani. Nah, kalau ada petani yang mengaku tak dapat pupuk subsidi, berarti dia tak terdaftar sebagai anggota kelompok tani. Karena untuk mendapatkan pupuk subsidi harus menyerahkan KTP/KK melalui kelompok tani,” jelasnya. (nas)