― Advertisement ―

spot_img

Polres Batu Bara Gelar Lomba Marathon 5K

Lima Puluh (Klik Cerah) – Ribuan masyarakat Kabupaten Batu Bara mengikuti kegiatan olahraga bersama dan lomba marathon 5K yang digelar Polres Batu Bara dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-78, Jumat 21 Juni 2024.
BerandaAsahanBahaya, Lembu Masuk ke Jalan Tol Kisaran Bisa Picu Lakalantas

Bahaya, Lembu Masuk ke Jalan Tol Kisaran Bisa Picu Lakalantas

Pulo Bandring (Klik Cerah) – Viral di sebuah video memperlihatkan seekor lembu masuk ke ruas jalan Tol Kisaran-Limapuluh. Lembu tersebut diduga masuk dari perkebunan sawit yang tepat bersebelahan dengan jalan tol, Rabu 22 Mei 2024.

Akibatnya, lembu warna putih tersebut sempat membuat repot petugas yang mencoba untuk menggiringnya keluar dari badan jalan tol. Aksi pengejaran oleh petugas pun tidak dapat terelakkan, karena lembu tersebut ‘panik’ tak bisa keluar dari jalan tol yang berpagar.

Aksi ini menjadi tontonan warga yang melintas dari jembatan layang Desa Suka Makmur, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Lembu betina itu sempat kebingungan mencari jalan keluar. Hingga akhirnya datang seorang pria yang diduga pemilik hewan ternak itu datang menggiringnya untuk keluar dari badan jalan Tol Kisaran.

Seorang wanita yang menonton kejadian tak biasa itu kemudian memvideokan aksi tersebut dan berkata kepada pemilik lembu dengan mengatakan bahwa lembunya hendak merasakan jalan tol. “Lembunya mau nyobain tol. Bisa keluar juga akhirnya. Marahi-marahi lembunya. Itu yang punya,” kata perekam video.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Asahan, AKP Dwi Himawan Chandra kemudian meninjau ke lokasi tempat lembu tersebut masuk. Ia menjelaskan, lembu itu diduga masuk dengan melewati pagar kawat pembatas untuk mencari rumput.

“Hari ini kita melakukan patroli jalan tol, yang kemarin dimasuki oleh hewan ternak. Kalau masuknya diduga karena jaraknya terlalu dekat dengan pagar,” kata AKP Dwi Himawan.
Saat melakukan patroli, lanjutnya, terpantau beberapa ekor lembu milik warga yang sengaja dilepasliarkan mencari makan di pinggir jalan tol, sehingga kejadian lembu masuk jalan tol dikhawatirkan akan terulang kembali.

“Kami nanti akan melakukan kordinasi dengan pihak jalan tol, bagaimana nanti untuk mengatasinya. Kami juga akan melakukan kordinasi dengan PJR untuk patroli bila ada laporan hewan ternak yang kembali masuk,” sebutnya.

Selain itu, AKP Dwi Himawan juga akan mendata peternak yang ada di sekitar jalan tol untuk memberikan edukasi tentang bahaya hewan ternak masuk ke ruas jalan bebas hambatan tersebut. Pasalnya dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas (lakalantas).
“Dampaknya ini sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas. Karena, hewan ini kita tidak dapat memprediksi akan lari kemana, apabila mereka melompat dan masuk ke jalur tol ini sangat membahayakan,” pungkasnya.

Diketahui, jalan tol Kisaran-Lima Puluh banyak melintasi perkebunan, baik PTPN maupun perkebunan swasta. Di mana banyak peternak lembu melepasliarkan ternaknya di perkebunan tersebut. Sehingga bila tak diawasi, lembu bisa masuk ke jalan tol. Apalagi di sisi jalan tol terdapat banyak rumput.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ternak lembu banyak yang dilepas tanpa pengawasan pemiliknya. Ternak-ternak tersebut tak pernah dibawa pulang ke kandang, tapi dibiarkan di areal perkebunan. Saat masih dalam pembangunan, bahkan sapi-sapi tersebut berkeliaran di badan jalan. (*/tmc)