― Advertisement ―

spot_img

Siswa SMP 2 Tanjungbalai Juara 3 Pantomim

Tanjungbalai (Klik Cerah) - Siswa SMP Negeri 2 Tanjungbalai menorehkan prestasi bidang Pantomim dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kota Tanjungbalai, Selasa 7 Mei 2024.
BerandaBatu BaraBatu Bara Gelar Kick Of Meeting Penyusunan Dokumen RAD

Batu Bara Gelar Kick Of Meeting Penyusunan Dokumen RAD

Lima Puluh (Klik Cerah) – Penjabat (Pj) Bupati Batu Bara, Nizhamul SE MM, diwakili Asisten II Bambang Hadisuprapto membuka kegiatan Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGS) Kabupaten Batu Bara Tahun 2024–2026 dan Monitoring serta Evaluasi TPB/SDGS tahun 2023. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati, Kecamatan Lima Puluh, Rabu 8 Mei 2024.

Bambang dalam sambutannya diawali dengan mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan Universitas Sumatera Utara (USU) atas sumbangsih pemikiran dari seluruh pihak yang terlibat, berperan dan berpartisipasi secara intensif.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen melaksanakan TPB/SDGS dan mencapai target yang ditetapkan tahun 2030. Pelaksanaan SDGS mulai memasuki delapan tahun terakhir dalam periode “Decade Of Action”. Salah satu upaya pencapaian SDGS adalah perumusan perencanaan untuk lima tahun yang dituangkan pada dokumen rencana aksi TPB/SDGS serta pengarusutamaan SDGS pada RPJMD 2024-2026.

“Dalam rangka penyusunan rencana aksi TPB/SDGS dan rencana aksi daerah sampai dengan 2030, maka dilakukan kajian sesuai dengan perkembangan global dan ketersediaan data nasional dan daerah. Dokumen TPB/SDGS Indonesia juga merupakan dokumen acuan untuk menentukan capaian indikator TPB/SDGS secara regular di Kabupaten Batu Bara,” ujar Bambang.

Lanjutnya, dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan TPB/SDGS ini merupakan acuan untuk mengukur pencapaian TPB/SDGS di Kabupaten Batu Bara. karena itu, kajian ini menjadi rujukan dalam penyusunan rencana aksi daerah TPB/SDGS bagi pemerintah daerah dan dapat diselaraskan dengan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Ini sesuai dengan masa jabatan kepala daerah. Proses penyusunan pemutahiran indicator SDGS ini tidak terlepas dari peran serta dan keaktifan kita dalam membantu men-suport data yang diperlukan oleh peneliti.

“Mari kita menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama mempromosikan pembangunan berkelanjutan, menjaga lingkungan, memerangi ketidaksetaraan, dan memastikan kehidupan yang layak bagi semua orang. Mulai dari tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari hingga kebijakan global, kita semua bisa berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif,” ajaknya.

Sementara, tenaga ahli SDGS USU Wahyu Ario Pratomo SE MEc mengutarakan, untuk mencapai target TPB/SDGs harus ada kolaborasi dari 4 platform dalam pelaksanaan SDGS. Yaitu kolaborasi antara pemerintah dan parlemen, akademisi dan pakar, filantropi dan pelaku usaha, ormas dan media.

Adapun langkah teknis penyusunan renaksi TPB/SDGS disarankan untuk membentuk sebuah tim dari masing-masing OPD. Dengan tujuan untuk menentukan kebijakan, target, program, indikator dan output yang kemudian akan ditampilkan serta dibahas pada publik. (*/kom)