― Advertisement ―

spot_img

Siswa SMP 2 Tanjungbalai Juara 3 Pantomim

Tanjungbalai (Klik Cerah) - Siswa SMP Negeri 2 Tanjungbalai menorehkan prestasi bidang Pantomim dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kota Tanjungbalai, Selasa 7 Mei 2024.
BerandaSimalungunDarma Lessan Tanam Perdana Kelapa Sawit di Kebun Tinjowan

Darma Lessan Tanam Perdana Kelapa Sawit di Kebun Tinjowan

Ujung Padang (Klik Cerah) – Regional Head (RH) PTPN IV Regional II, Sudarma Bhakti Lessan, melakukan tanam perdana pada Tanaman Ulang (TU) kelapa sawit di Kebun Unit Tinjowan, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun, Senin 29 April 2024.

Darma Lessan-panggilan akrabnya- didampingi oleh SEVP I Tanaman Budi Susilo, SEVP II Dedy Gurning, dan General Manajer Distrik III Raja Suandi Purba, langsung melakukan tanam perdana pada replanting kelapa sawit di Blok 02 I Afdeling V, Kebun Tinjowan.

Pada tanam perdana tersebut, Sudarma Bhakti Lessan disambut langsung oleh Manejer Kebun Tinjowan, Abdi Henry Sinaga; Manejer Kebun Padang Matinggi, Suheri Atmadja; Manejer PKS Tinjowan, Hadi Reza; seluruh Askep Kebun; Ketua SPBUN Tinjowan, Sumino, dan lainnya.

Manejer Kebun Tinjowan, Abdi Henry Sinaga, melalui Askep Muchtar Sinaga SP MM mengucapkan terimakasih banyak kepada Regional Head, SEVP I, SEVP II dan General Manejer Distrik III yang telah hadir di Kebun Tinjowan.

Muchtar Sinaga menyebutkan, hal ini merupakan sejarah terbesar di Kebun Tinjowan karena para pimpinan hadir lengkap. Dia pun berharap, semoga acara tanam perdana ini membawa berkah bagi tanaman dan terutama seluruh karyawan serta masyarakat sekitar kebun.

“Terimakasih Bapak RH dan SEVP yang mencatat sejarah di Kebun Tinjowan dengan melakukan tanam perdana seluas 98 Ha di Afdeling V. Bibit yang digunakan bersumber dari pembibitan Regional II Kebun Tinjowan dan memberikan pupuk dasar Gremi G sebagai pupuk hayati dosis 500 gram dan pupuk Rock Phosphate (RP) 500 gram,” ujarnya.

Menurutnya, pupuk Gremi G diberikan 250 gram dalam lobang tanam dan 250 gram di atas permukaan tanah, sedangkan pupuk RP ditabur seluruhnya dalam lobang tanam. Pola jarak tanam yang digunakan 7,48 x 8,63 meter atau 155 pokok per hektarnya.

Sementara itu, Regional Head Sudarma Bhakti Lessan juga mengucapkan terimakasih kepada manejemen Kebun Unit Tinjowan atas sambutan dan kinerjanya. Dimana para tokoh masyarakat dan muspika telah menyampaikan apa yang sudah dilakukan Kebun Unit Tinjowan yang selama ini kepada masyarakat sekitar kebun.

“Kita harus bisa membuktikan bahwa Regional II ini berkontribusi untuk rakyat, dan untuk Negara Indonesia. Dalam hal pengamanan Regional II, kita telah menandatangani MoU dengan Mabes TNI sehingga produksi yang dihasilkan tanaman dapat terjaga dengan baik dan hasilnya bisa aman dibawa ke PKS untuk diolah,” jelasnya.

Dia pun berpesan kepada Manajer Kebun Unit Tinjowan agar benar-benar melakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang saat ini dilaksanakan peremajaan. “Melihat bibit yang akan kita tanam ini tentunya 6 bulan ke depan kita sudah melakukan pekerjaan kastrasi. Dengan pemeliharaan maupun perawatan yang baik.

Kastrasi yang tepat waktu dan pengendalian hama terpadu pastinya tanaman ini nantinya menjadi yang terbaik. Kita juga saat ini sedang mendiskusikan pola jarak tanam yang baik untuk menghindari populasi serangan ganoderma,” sebut Darma Lessan.

Di tempat yang sama, Ketua SPBUN basis Tinjowan, Sumino, sangat berterimakasih atas para pimpinan PTPN IV Regional II. Menurutnya, ini pertama kali acara tanam perdana dalam sejarah di Kebun Tinjowan yang dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan.

“Kami yakin dengan kehadiran bapak pimpinan, tanaman ini akan menjadi tanaman terbaik di Regional II. Kami selalu mendukung dan siap melakukan pengawalan serta pengamanan asset jika tanaman ini panen di masa akan datang,” kata Sumino.

Kegiatan kemudian dilanjutkan, dengan melakukan penanaman perdana kelapa sawit secara simbolis oleh Regional Head PTPN IV Regional II berserta SEVP I, SEVP II dan GM Distrik III. Tanam perdana dirangkai juga dengan penyantunan 17 orang anak yatim yang berasal dari desa sekitar Kebun Tinjowan. Kemudian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Syahrial Sinaga. (*/rel)