― Advertisement ―

spot_img

Siswa SMP 2 Tanjungbalai Juara 3 Pantomim

Tanjungbalai (Klik Cerah) - Siswa SMP Negeri 2 Tanjungbalai menorehkan prestasi bidang Pantomim dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kota Tanjungbalai, Selasa 7 Mei 2024.
BerandaAsahanWanti-wanti Juri, Surya Ngaku Merinding

Wanti-wanti Juri, Surya Ngaku Merinding

Kisaran (Klik Cerah) – Bupati Asahan H Surya BSc berkali-kali mewanti-wanti Dewan Juri Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Asahan. Kenapa?
Pemkab Asahan menggelar MTQ Ke-55 yang dirangkai dengan Asahan Expo dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-78 Kabupaten Asahan, 24-30 April 2024. Dua acara tersebut digelar di lokasi yang berdampingan. Keduanya hanya dibatasi oleh jalan. Panggung MTQ berada di Gedung Islamic Center, halaman belakang Masjid Agung H Achmad Bakrie. Sementara belasan stand Asahan Expo berada di halaman belakang Alun Alun Rambate Rata Raya.

Ada sejumlah pernyataan menarik yang disampaikan Bupati Asahan, H Surya BSc, saat membuka kedua acara tersebut. Di antaranya adalah keyakinan Surya terhadap Kabupaten Asahan yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Ini karena Asahan merupakan gudangnya qari dan qariah terbaik yang ada di Sumatera Utara.

“Tadi saya merinding waktu mendengar lagu Mars MTQ. Saya sudah mendengar lagu ini sejak tahun 1975. Ini menandakan sejak dahulu Asahan adalah lumbung orang-orang yang pandai baca Al Quran. Asahan adalah gudangnya ulama dan ustaz yang memahami dan mengajarkan Al Quran. Ini harus dipertahankan dan dikembangkan,” katanya.

Dia kemudian menyinggung Dewan Juri MTQ Ke-55 yang telah dilantik sehari sebelumnya, untuk benar-benar menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. “Saya mendengar informasi, kafilah Asahan tahun lalu sempat dikorbankan dewan juri di ajang tingkat provinsi. Asahan dikalahkan dewan juri dan tuan rumah yang juara. Pendamping kafilah Asahan sempat protes, namun kita tetap dikorbankan,” ujarnya.

Surya meminta peristiwa tak mengenakkan tersebut jangan sampai terulang. Apalagi terjadi di MTQ tingkat Kabupaten Asahan tahun ini. “Saya minta Dewan Juri, Dewan Hakim, benar-benar bertugas. Melaksanakan tugasnya. Menangkan yang benar-benar terbaik.

Meski Kecamatan Kisaran Barat menjadi panitia, jangan diutamakan. Jangan sampai ada pikiran, karena Kisaran Barat sangat lelah menjadi panitia, lalu ada peserta yang dimenangkan dengan mengorbankan peserta dari kecamatan lain. Hal itu jangan sampai terjadi. Jangan sampai terulang apa yang Asahan alami di provinsi di MTQ kita kali ini,” tegasnya.

Orang nomor satu di ‘Bumi Rambate Rata Raya’ ini beberapa kali mengulangi, mewanti-wanti agar Dewan Juri benar-benar jujur dalam melakukan penilaian. “Saya meminta kepada seluruh peserta, tampilkanlah kemampuan terbaik agar bisa mewakili Kabupaten Asahan di tingkat provinsi dan nasional. Kepada juri, saya ingatkan sekali lagi, taati aturan yang berlaku, jangan sungkan memberikan penilaian meskipun Kisaran Barat panitianya,” tegasnya lagi.

Dia berharap penyelenggaraan MTQ menjadi media dakwah dan syi’ar keagamaan yang efektif. Karena secara nyata telah terbukti MTQ mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah. Diharapkan penyelenggaraan MTQ bisa menggairahkah semangat masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan memahami al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi ummat.

“Patut kita syukuri bahwa dari tahun ke tahun kualitas peserta MTQ semakin meningkat, baik dari segi bacaan, hafalan, pengetahuan, tulisan, penampilan, dan lain-lain, meski belum maksimal sepenuhnya. Untuk itu saya berharap bahwa penyelenggaraan MTQ dapat terus dilaksanakan secara berjenjang di desa/kelurahan atas prakarsa atau inisiatif masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Kepada para qari, qoriah, hafidz, hafizhah, dan para penggiat Al Quran lainnya untuk terus meningkatkan kualitas para generasi Qurani dalam mengasah kemampuan, sehingga bukan hanya dari segi kuantitas, tapi dapat diperhitungkan pula dari segi kemampuan dan kualitas.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H Baharuddin Harahap MH, dalam sambutannya mengatakan MTQ merupakan kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan dan melekat dalam kultur masyarakat dan bangsa kita. Namun hal tersebut jangan dianggap sebagai sebuah tradisi tanpa ada pesan dakwah Islam di dalamnya.

“Kepada adik-adik kami yang bertanding di MTQ agar menunjukan kemampuannya kepada kita semua. Kegiatan ini jangan dianggap hanya tradisi tanpa muatan Islami. Saat ini kita memperbaharui niat bahwa MTQ dalam rangka ibadah, karena yang dilombakan adalah kalam Allah. MTQ harus menggairahkan masyarakat dalam mempelajari dan mendalami Al Quran sebagai petujunjuk hidup. Pesan-pesan dalam MTQ harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai islami. Jadikan momentim MTQ sebagai penyaring dari dampak negatif iptek. Jadikan sebagai fondasi, terutana untuk para generasi muda Asahan.

Dia melanjutkan, “Saya berharap nilai-nilai silaturahim antara kafilah akan terjalin, bukan hanya mengarah pada lomba semata. Tapi memperat ukhuwah Islamiyah dengan perlombaan yang jujur dan fair. Akhirnya, mari jadikan MTQ ini sebagai fondasi generasi muda yang peduli, kreatif dan senantiasa melakukan perubahan ke arah kebaikan, serta mewujudkan cita-cita sebagai generasi yang berkualitas,” tukasnya.

Sementara Ketua Pelaksana yang juga Sekda Asahan, Drs H John Hardi Nasution MSi, dalam laporannya menyebutkan pelaksanaan MTQ dan Asahan Expo 2024 dilaksanakan selama 7 hari, 24-30 April 2024. MTQ ini diikuti oleh 25 Kecamatan dengan jumlah peserta 771 orang. Adapun cabang yang dipertandingkan Cabang Tilawah, Hifzil Quran, Khattil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Karya Tulis Ilmiah Quran, Hifzhil Al Hadits, Tafsir Al Quran, Qiroat Al-Qur’an.

Dia mengatakan, kegiatan perlombaan tersebar di berbagai tempat di sekitar Kota Kisaran. Ada yang berlangsung di panggung utama dan Masjid Agung H Achmad Bakrie, Sekolah Taman Siswa, Pesantran Modern Daar Al Uluum (PMDU), gedung Dekranasda, rumah-rumah adar etnis di Jalan Taufan Gama Simatupang, dan lokasi lainnya. “Bagi para pemenang dan peserta terbaik nantinya akan diberikan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Asahan berupa piagam, trofi dan uang tunai”, tandasnya.

Bupati Asahan dan Forkopimda kemudian secara bersama menekan sirene dan melepas balon ke udara tanda MTQ Ke-55 tingkat Kabupaten Asahan resmi dibuka. Dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan pelepasan balon udara tanda Asahan Expo 2024 juga dibuka. Bupati dan rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan peninjauan stand.

Sebelumnya seremonial pembukaan diawali pembacaan ayat Al Quran oleh M Daud Sitorus, Juara II MTQ Antar Bangsa 2024 di Banjarmasin, doa oleh Ketua MUI Asahan H Abdullah Salman Tanjung. Pengibaran bendera MTQ, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu hymne dan mars MTQ oleh Paduan Suara Yayasan Pendidikan Ar Rasyid, Se Renggas, Kisaran barat.

Defile Pawai Taaruf

Pawai taaruf atau defile kafilah peserta dari 25 kecamatan mengawali gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-55 tingkat Kabupaten Asahan. Barisan kafilah memanjang hingga hampir 1 Km. Mulai dari Jalan Lintas Sumatera (Jaliunsum), persisnya dari depan Kantor Bupati Asahan, tempat berdirinya panggung kehormatan, mengular hingga ke Jalan Cokroaminoto, Rabu 24 April 2024.

Tepat pada pukul 08.45 WIB, pawai pun dimulai. Berdiri di panggung kehormatan, Bupati Asahan dan Wakilnya H Surya BSc dan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi, Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi SIK MH, Kajari Asahan Dedyng Wibiyanto Atabay SH MH, Ketua PN Kisaran Halida Rahardini SH MH, Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Danlanal TBA, para Asisten dan Staf Ahli serta Kepala OPD.

Sesuai rundown acara, Bupati Asahan akan menerima barisan kehormatan peserta pawai yang menuju ke halaman belakang Masjid Agung H Achmad Bakrie dengan iringan grup drumband Satpol PP. Selama pawai berlangsung, arus lalulintas di jalinsum dialihkan melalui Jalan Lingkar Luar Kisaran.

Barisan pawai diawali oleh mobil patroli Polres Asahan, diikuti barisan Pramuka pembawa bendera merah putih, dan Korpri. Kemudian dilanjutkan oleh kafilah dari setiap kecamatan yang mengenakan batik beragam corak, serta penampilan unik lainnya. Mereka beramai-ramai melambaikan tangan kepada pejabat yang ada di panggung kehormatan.

Kafilah Kecamatan Air Joman berada di bagian paling depan dengan batik warna hitam. Disusul kafilah Kecamatan Air Batu dengan batik warna biru dan parade pakaian adat di bagian depan. Masing-masing peserta juga membawa balon berwarna biru. Kemudian berturut-turut, Kafilah Kecamatan Aek Kuasan dengan batik putih coklat, Kafilah Kecamatan Aek Ledong dengan batik hijau toska dan kuning, Kafilah Kecamatan Aek Songsongan dengan batik pink, Kafilah Kecamatan Buntu Pane dengan batik hijau kuning, Kafilah Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dengan batik pink putih, Kafilah Kecamatan Bandar Pulau dengan batik merah hitam.

Selanjutnya, Kafilah Kecamatan Meranti batik kuning hijau, Kafilah Kecamatan Pulau Bandring dengan batik parang putih coklat. Uniknya, masing-masing peserta melambaikan kemoceng. Lalu, Kafilah Kecamatan Pulau Rakyat dengan batik biru coklat putih, di mana seluruh pesertanya membawa bendera merah putih. Kafilah Kecamatan Rawang Panca Arga dengan batik coklat hitam, Kafilah Kecamatan Rahuning dengan batik coklat kuning pakai kemoceng, Kafilah Kecamatan Setia Janji dengan batik biru hitam, Kafilah Kecamatan Silau Laut dengan batik biru hitam dan membawa bendera merah putih, Kafilah Kecamatan Sei Dadap dengan batik kuning.

Kemudian, Kafilah Kecamatan Simpang Empat dengan batik merah hitam, Kafilah Kecamatan Sei Kepayang dengan batik hitam kuning, Kafilah Kecamatan Sei Kepayang Barat dengan batik kuning coklat, Kafilah Kecamatan Sei Kepayang Timur dengan batik coklat biru, Kafilah Kecamatan Tinggi Raja dengan batik orange hitam dan hijau, Kafilah Kecamatan Teluk Dalam dengan batik warna random. Namun ada pembeda, dimana masing-masing peserta mepakai payung hias, diramaikan barisan santri bersarung dengan ‘Dora Emon’ di bagian depan plus iringan grup drumband.

Terakhir, Kafilah Kecamatan Tanjung Balai dengan batik kuning orange, Kafilah Kecamatan Kota Kisaran Timur dengan batik hitam biru diiringi drumband dan pramuka, barisan lurah, kepling, PKK, majelis taklim, dan lainnya. Kafilah ini memiliki barisan paling panjang.

Tampil paling bontot adalah tuan rumah Kafilah Kecamatan Kota Kisaran Barat dengan batik putih coklat, di bagian depan ada parade pakaian adat, grup drumband, lalu parade mobil ambulans dari setiap puskesmas sebagai penutup. (her/nas)