― Advertisement ―

spot_img

Siswa SMP 2 Tanjungbalai Juara 3 Pantomim

Tanjungbalai (Klik Cerah) - Siswa SMP Negeri 2 Tanjungbalai menorehkan prestasi bidang Pantomim dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kota Tanjungbalai, Selasa 7 Mei 2024.
BerandaBatu BaraSekolah Inklusi Jadi Topik Rapat MKKS SMP Batu Bara

Sekolah Inklusi Jadi Topik Rapat MKKS SMP Batu Bara

Sei Balai (Klik Cerah) – Sekolah inklusi menjadi satu dari banyak topik yang dibahas dalam rapat bulanan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Batu Bara yang kali ini digelar di SMP IT Fatahillah, Kecamatan Sei Balai, Kamis 25 April 2024.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Batu Bara, Frans Hanaekan Rajagukguk SPd, dan dihadiri oleh sebagian besar oleh kepala sekolah SMP Negeri dan swasta. “Ini sebenarnya rapat rutin yang digelar setiap bulan,” kata Frans.

Dia mengatakan, dalam rapat bulan ini sejumlah topik dibahas, terutama hal-hal berkembang tentang sekolah dan proses belajar mengajar. Lalu, menyatukan visi dan misi tentang memajukan pendidikan di Kabupaten batu Bara. “Tadi juga dibahas mengenai sekolah inklusi sesuai dengan instruksi Kemendikbud Ristek,” sebutnya.

Acara tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Halal Bi Halal di kediaman Kepala SMP IT Fatahillah, Toto Iswanto SPd, Desa Tanah Timbul, tak jauh dari sekolah. “Bulan ini saya menjadi tuan rumah rapat MKKS. Selamat datang di SMP IT Fatahillah,” katanya.

Diketahui, sejak Juli 2023 lalu Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Batu Bara menggencarkan pelaksanaan sekolah inklusi. Bahkan bupati kala itu, Ir H Zahir MAP, memerintahkan agar dilakukan pelatihan dan pembekalan kepada setiap guru sebagai persiapan konsep belajar sekolah inklusi di Kabupaten Batu Bara.

Layanan pendidikan inklusi merupakan layanan pendidikan yang mengakomodir semua keberagaman peserta didik tanpa pengecualian. Siapapun penyandang disabilitas dapat bersekolah di sekolah umum yang dikehendaki.

Dalam hal ini semua anak mempunyai hak untuk belajar bersama tidak harus diperlakukan diskriminatif dengan dipisahkan dari kelompok lain. Maka dari itu dibutuhkan pelatihan dan pengembangan kompetensi guru sekolah inklusi dirasa perlu dilakukan agar para guru nantinya memiliki kreativitas, empati, dan juga kasih sayang yang tinggi. Sehingga anak-anak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. (*/nas)