― Advertisement ―

spot_img

Siswa SMP 2 Tanjungbalai Juara 3 Pantomim

Tanjungbalai (Klik Cerah) - Siswa SMP Negeri 2 Tanjungbalai menorehkan prestasi bidang Pantomim dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kota Tanjungbalai, Selasa 7 Mei 2024.
BerandaAsahanAmankan Jalur Mudik Hingga Lokasi Wisata

Amankan Jalur Mudik Hingga Lokasi Wisata

Kisaran (Klik Cerah) – Polres Asahan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2024 di Lapangan Mako Polres Asahan, Rabu 3 April 2024. Apel gelar pasukan ini dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1445 H.

Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK MH, dalam amanatnya menyampaikan kepuasan masyarakat atas penyelenggaraan dan penanganan arus mudik tahun 2023 mencapai 89,5% atau meningkat 15,7% dibanding 2022.

“Hal ini merupakan wujud apresiasi masyarakat atas kerja keras kita bersama yang harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik tahun ini,” ujarnya.

Dia menekankan, mudik tahun 2024 diperkirakan terdapat potensi pergerakan masyarakat sebesar 193,6 juta orang atau meningkat 56,4% dibanding tahun 2023. Oleh sebab itu, TNI-Polri bersama stakeholder terkait melaksanakan Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2024”. Operasi ini melibatkan 155.165 personel selama 13 hari, dari 4-16 April 2024 dan akan dilanjutkan dengan kegiatan pasca operasi 17-23 April 2024.

Operasi terpusat ini akan dilaksanakan melalui 5.784 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar di jalur-jalur rawan seperti kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam, serta di pusat-pusat keramaian untuk memberikan pelayanan prima dan pengamanan optimal.

“Selain itu, aspek keamanan dari gangguan kamtibmas pada rumah yang ditinggalkan, jalur mudik, maupun lokasi wisata dan pusat keramaian lainnya juga harus menjadi perhatian penting,” tambahnya.

Kapolres menegaskan, patroli bersama pada jam-jam rawan dan ketersediaan layanan pelaporan rumah yang ditinggalkan dan penitipan kendaraan harus disediakan sehingga masyarakat dapat mudik dengan tenang. Selain itu, kelompok-kelompok organisasi masyarakat dan keagamaan harus dilibatkan dalam pengamanan Shalat Ied sebagai wujud toleransi dan keberagaman Indonesia. (*/hum)